Tidak ada klub dari Indonesia yang akan berlaga di Liga Champions Asia musim depan, setelah jatah Liga Champions Asia tidak diberikan AFC untuk Indonesia. Hal ini dikarenakan tidak adanya klub yang berhasil mencapai minimal skor yang menjadi syarat untuk ambil bagian dalam kompetisi klub terbesar di Asia tersebut.
Kepastian dicoretnya jatah Liga Champions Asia untuk Indonesia disampaikan oleh CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), Widjajanto.
AFC biasanya akan melakukan penilaian pada klub-klub yang akan berlaga di Liga Champions Asia (LCA) pada bulan Oktober. Lalu hasil penilaian akan di bawa dan diputuskan di rapat Exco AFC. Setelah mendapat keputusan, dilanjutkan lagi dengan proses pendaftaran pada bulan Desember.
Setiap klub akan diberikan nilai dari hasil verifikasi. Dan angka minimal yang harus dicapai sebuah klub untuk bisa diizinkan Exco AFC berlaga di LCA adalah 600.
Namun menurut Widjajanto, verifikasi klub di Indonesia berganti dengan agenda pemaparan kepada klub profesional di Indonesia. Tidak adanya verifikasi inilah yang kemudian dinyatakan sebagai dihapusnya jatah LCA untuk klub Indonesia.
“Dia akan memberikan pemaparan tentang klub profesional. Biar semua klub di Indonesia tahu apa kekurangannya untuk menjadi klub profesional. Jadi persoalan ini bukan hanya karena PSSI sedang berkonflik,” kata Widjajanto (inilah.com)
Widjajanto menambahkan, pemaparan akan dilakukan pada tanggal 24 Oktober, dan yang bertindak sebagai instruktur adalah Direktur Eksekutif Departemen Kompetisi AFC, John Windsor.
Dengan tidak adanya verifikasi, maka dipastikan tidak ada klub di Indonesia yang mendapatkan angka penilaian.
Diantara poin yang dinilai dalam proses verifikasi yaitu, infrastruktur, legalitas, SDM, perangkat pertandingan dan kontrak pemain, serta pendanaan klub. Dan Widjajanto mengatakan sulit untuk klub di Indonesia memenohi poin AFC.
Menurutnya selama ini klub di Indonesia bisa berlaga di Liga Champions Asia karena ada perlakuan khusus. AFC menilai animo besar masyarakat Indonesia terhadap sepakbola sangat besar. Dan ini dianggap sebagai kelebihan dan keistimewaan Indonesia.
Seharusnya ada dua klub dari Indonesia yang bisa berlaga di Liga Champions Asia, yaitu juara IPL, Semen Padang dan juara ISL, Sriwijaya FC.
Description:
Klub dari Indonesia tidak mendapat jatah Liga Champions Asia
Rating:
4.9